Halaman

Rabu, 25 April 2012

# jlebb #kepo #mupeng #kode #aamiin ^^

Bismillah..
Assalamu'alaikum..wr..wb..

             Hey sobat kupunity *halah sok ngartizz ni org*..ckckc..jumpa lg dg maissy disini..ci..luk..baa -_-" dg sy maksudnya ..di dunia khayaal eiitss dunia maya  ding *blog gt*, pada bbrp wktu yg lalu, sy critanya lg surfing ni aka brselancar di dunia maya gt..trus stelah walking2 , bbrp lama kmudian eehh sy mnemukan note/artikel/bacaan yg sangat menarik mataku..knp bisa menarik?? lbih tepatnya sih daleemm..nanceepp..jlebb..pasti kalian tau lah..tema yg bgini ini..yg seumuran qt2 pasti tau bgt lah..yg buat kita tersentuh,  pastinya mupengg bggt n #kepo gt..hhe..*blush* =)   #kode..yuukk mari qt liaat..cekidot =)..oya jgn lupa siapin tissue yah..barangkali ada apa2..batu kalii..cekkcekk..
    udah2.. waktunya srius ni..tarik napas dalam2..bismillah...siiapp..yuuk baca..=)..smoga bermanfaat,,#asseegg =)


Surat Buat Calon Suamiku

Jumat, 13 April 2012

Oleh Pramana Asmadiredja
Buat calon suamiku. Ada rasa aneh ketika saya mau menuliskan surat ini untukmu. Saya dan kamu sama-sama belum tahu, siapa namamu, bagaimana rupa wajahmu.
Begitu juga kamu belum tahu wajahku. Saya juga tidak tahu, kamu sekarang ada dimana dan sedang apa. Tetapi keyakinanku melewati rasa cintaku padamu, dan aku yakin bahwa kamu ada dan nyata dihadapanku.
Calon suamiku, sudah lama aku terus bermunajat kepada sang pemilik jodoh, Allah Rabbul Izzati dan tak akan pernah lepas dalam doaku untuk merindukan kehadiranmu. Namun, ternyata selama ini yang aku temui adalah mereka yang hanya singgah sesaat lalu pergi, dan bukan kau yang akan abadi di sampingku seperti kehendak-Nya.
Calon suamiku, engkau adalah jodohku dan aku adalah jodohmu, kekasihku. Aku tak punya arti apa-apa tanpa kamu disisiku. Dan aku tak akan pernah bosan mencarimu, lewat sujud dan munajat kepada-Nya. Saat ini, Dia masih saja menyembunyikanmu dariku atau mungkin aku yang lari darimu karena ketidaktahuanku akan tanda-tanda dariNya.
Walaupun jodoh merupakan misteri yang telah Allah SWT tetapkan bagi hambanya. Namun, aku yakin suatu saat kita pasti dipertemukan dalam situsi yang dianggap tepat oleh-Nya. Pertemuan yang semoga akan menjadi pertemuan barokah dan penuh sakinah.
Calon suamiku, jika saatnya Dia telah berkenan mempertemukan kita, aku akan selalu menjagamu, disampingmu selalu, sampai batas waktu yang telah Dia ditentukan. Dengan ridhaNya, aku akan menjalani hidup yang abadi juga bersamamu. Karena aku selalu sayang padamu, merindukanmu, kini dan kelak.
Calon suamiku, siapapun engkau, apakah kau gagah, ganteng ataupun biasa saja, aku akan tetap memilihmu dan mencintamu sepenuh hatiku. Karena hatiku telah terpenuhi bunga-bunga keikhlasan. Karena hatiku tumbuh sinar mentari yang akan selalu menyinarimu dan keturunan kita kelak.
Dan aku yakin kau adalah orang yang sangat istimewa seperti di setiap sujud dan munajatku, yang aku panjatkan selama ini kepada-Nya. EngKau pasti jauh lebih gagah dari mereka yang hanya selintas dalam pandangan mataku.
Aku akan selalu menantimu, wahai calon suamiku. Semoga calon suamiku selalu mendapat lindungan Allah SWT selalu. Engkau akan selalu ada dalam hatiku. Siapapun engkau, yang masih dirahasiakan Tuhan dariku.
Wahai calon suamiku. Bila kau telah siap lahir batin temuilah aku, dan jangan kau ragu apalagi menunda-nunda apa yang telah digariskan Dia kepadamu. Jika kau telah mampu datanglah untuk menjemputku.

Aku jatuh cinta padamu. Jika saatnya tiba, aku akan tahu bahwa itu adalah engkau. Orang yang aku cari selama ini dengan dengan seluruh jiwa dan hatiku. Aku akan tahu bahwa itu kau, dengan mata hatiku.
Salam dari calon istrimu...

Sumber:  http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/04/surat-buat-calon-suamiku.html
 next article.. =)
Menanti Datangnya Sang Pangeran dan Bidadari 

Kamis, 12 April 2012

Oleh  Pramana Asmadiredja
Gelisah, duka dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup kita di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan hadir memenuhi rongga kehidupan.
Disaat hatinya ‘galau’ menanti pangeran ataupun bidadari yang tidak kian datang, tanganpun membentangkan sajadah setiap malam. Duka yang datang karena kerinduan yang sangat mendalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.
Jiwa yang rapuh bisa berkisah pada alam serta isinya. Lalu ia bertanya, dimanakah pasangan jiwanya berada, apakah akan datang hari ini, esok, lusa atau kapan?. Lalu, hati pun menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.
Keinginan yang kuat untuk bertemu pangeran dan bidadari serta belahan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah dari manusia? Allah SWT berikan itu semuanya. Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan.
Dan sebuah fitrah pula jika setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang shaleh dan shalehah.


Dan setiap pria ingin menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggungjawab bagi anak-anaknya daripada memikirkan kehidupan yang di jalani dalam kesendirian. Dengan sentuhan motivasi dan jiwa kesatria, akan terbentuk pribadi-pribadi terbaik dan mumpuni.
Wahai jiwa yang gelisah, janganlah dirimu selalu bersedih dan menangis di setiap penghujung malam, karena hanya tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pangeran dan bidadari belahan jiwa dan hatinya.
Menangislah karena air mata permohonan kepadaNya di setiap sujud dan keheningan pekat sepertiga malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik dan keridhaan kepada Sang Pemilik Jiwa, Allah Rabbul Izzati.
Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah SWT. Siramlah selalu hati ini dengan tarbiyah Ilahi, hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian yang terus panjang. Karena pastinya akan menemukan kedamaian dan kesejukan hati.
Wahai jiwa yang sedang gelisah, bukankah jika sudah saatnya tiba, maka ‘jodoh’ tak akan lari kemana. Dia tidak akan salah jalan atau salah menemukan pasangannya. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskanNya, hanya ikhtiar pembangkit motivasi jiwa.
Bukankah mentari akan selalu menyinari sekaligus menghiasi pagi dengan kemewahan dan kegagahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Hari-hari terbaik akan selalu menjadi belahan jiwa kita, menemani dan menanti datangnya sang pangeran dan bidadari pujaan hati dan belahan jiwanya.

Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisiMu, pasangan yang juga menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat'. Wallahua'lam
Sumber:  http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/04/menanti-datangnya-sang-pangeran-dan.html



Selasa, 24 April 2012

Quote of The Day #NtMS

Bismillahirrahmanirrahim..
"INSPIRING PEOPLE..."
Kupu-kupu itu pun berjuang, mengeluarkan dirinya dari kepompong yang membalut tubuhnya. Hal ini adalah proses alami yang digariskan Allah SWT, untuk memasukkan cairan dari dalam tubuh kupu-kupu tersebut ke sayap-sayapnya. Cairan inilah yang nantinya akan membantu kupu-kupu tersebut untuk terbang ketika ia memperoleh kebebasan.

Terkadang, perjuangan adalah suatu hal yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Allah SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya, untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita minta.

Ketika kita meminta kekuatan, Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar....

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)