Bismillah..
Assalamu'alaikum..wr..wb..
Hey sobat kupunity *halah sok ngartizz ni org*..ckckc..jumpa lg dg maissy disini..ci..luk..baa -_-" dg sy maksudnya ..di dunia khayaal eiitss dunia maya ding *blog gt*, pada bbrp wktu yg lalu, sy critanya lg surfing ni aka brselancar di dunia maya gt..trus stelah walking2 , bbrp lama kmudian eehh sy mnemukan note/artikel/bacaan yg sangat menarik mataku..knp bisa menarik?? lbih tepatnya sih daleemm..nanceepp..jlebb..pasti kalian tau lah..tema yg bgini ini..yg seumuran qt2 pasti tau bgt lah..yg buat kita tersentuh, pastinya mupengg bggt n #kepo gt..hhe..*blush* =) #kode..yuukk mari qt liaat..cekidot =)..oya jgn lupa siapin tissue yah..barangkali ada apa2..batu kalii..cekkcekk..
udah2.. waktunya srius ni..tarik napas dalam2..bismillah...siiapp..yuuk baca..=)..smoga bermanfaat,,#asseegg =)
Surat Buat Calon Suamiku
Jumat, 13 April 2012
Oleh Pramana Asmadiredja
Buat calon suamiku. Ada rasa aneh ketika saya mau menuliskan surat ini untukmu.
Saya dan kamu sama-sama belum tahu, siapa namamu, bagaimana rupa wajahmu.
Begitu juga kamu belum tahu wajahku.
Saya juga tidak tahu, kamu sekarang ada dimana dan sedang apa. Tetapi
keyakinanku melewati rasa cintaku padamu, dan aku yakin bahwa kamu ada dan
nyata dihadapanku.
Calon suamiku, sudah lama aku terus
bermunajat kepada sang pemilik jodoh, Allah Rabbul Izzati dan tak akan pernah
lepas dalam doaku untuk merindukan kehadiranmu. Namun, ternyata selama ini yang
aku temui adalah mereka yang hanya singgah sesaat lalu pergi, dan bukan kau
yang akan abadi di sampingku seperti kehendak-Nya.
Calon suamiku, engkau adalah jodohku
dan aku adalah jodohmu, kekasihku. Aku tak punya arti apa-apa tanpa kamu
disisiku. Dan aku tak akan pernah bosan mencarimu, lewat sujud dan munajat
kepada-Nya. Saat ini, Dia masih saja menyembunyikanmu dariku atau mungkin aku
yang lari darimu karena ketidaktahuanku akan tanda-tanda dariNya.
Walaupun jodoh merupakan misteri
yang telah Allah SWT tetapkan bagi hambanya. Namun, aku yakin suatu saat kita
pasti dipertemukan dalam situsi yang dianggap tepat oleh-Nya. Pertemuan yang
semoga akan menjadi pertemuan barokah dan penuh sakinah.
Calon suamiku, jika saatnya Dia
telah berkenan mempertemukan kita, aku akan selalu menjagamu, disampingmu
selalu, sampai batas waktu yang telah Dia ditentukan. Dengan ridhaNya, aku akan
menjalani hidup yang abadi juga bersamamu. Karena aku selalu sayang padamu,
merindukanmu, kini dan kelak.
Calon suamiku, siapapun engkau,
apakah kau gagah, ganteng ataupun biasa saja, aku akan tetap memilihmu dan
mencintamu sepenuh hatiku. Karena hatiku telah terpenuhi bunga-bunga
keikhlasan. Karena hatiku tumbuh sinar mentari yang akan selalu menyinarimu dan
keturunan kita kelak.
Dan aku yakin kau adalah orang yang
sangat istimewa seperti di setiap sujud dan munajatku, yang aku panjatkan
selama ini kepada-Nya. EngKau pasti jauh lebih gagah dari mereka yang hanya
selintas dalam pandangan mataku.
Aku akan selalu menantimu, wahai
calon suamiku. Semoga calon suamiku selalu mendapat lindungan Allah SWT selalu.
Engkau akan selalu ada dalam hatiku. Siapapun engkau, yang masih dirahasiakan
Tuhan dariku.
Wahai calon suamiku. Bila kau telah
siap lahir batin temuilah aku, dan jangan kau ragu apalagi menunda-nunda apa
yang telah digariskan Dia kepadamu. Jika kau telah mampu datanglah untuk
menjemputku.
Aku jatuh cinta padamu. Jika saatnya tiba, aku akan tahu bahwa itu adalah
engkau. Orang yang aku cari selama ini dengan dengan seluruh jiwa dan hatiku.
Aku akan tahu bahwa itu kau, dengan mata hatiku.
Salam dari calon istrimu...
Sumber: http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/04/surat-buat-calon-suamiku.html
next article.. =)
Menanti Datangnya Sang Pangeran dan Bidadari
Kamis, 12 April 2012
Oleh Pramana Asmadiredja
Gelisah, duka dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup kita di dunia.
Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa
terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan hadir memenuhi
rongga kehidupan.
Disaat hatinya ‘galau’ menanti
pangeran ataupun bidadari yang tidak kian datang, tanganpun membentangkan
sajadah setiap malam. Duka yang datang karena kerinduan yang sangat mendalam
menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.
Jiwa yang rapuh bisa berkisah pada
alam serta isinya. Lalu ia bertanya, dimanakah pasangan jiwanya berada, apakah
akan datang hari ini, esok, lusa atau kapan?. Lalu, hati pun menciptakan
serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah
keramaian.
Keinginan yang kuat untuk bertemu
pangeran dan bidadari serta belahan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah dari
manusia? Allah SWT berikan itu semuanya. Semua itu hadir tanpa disadari
sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan.
Dan sebuah fitrah pula jika setiap
wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya
ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan
belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang shaleh dan shalehah.
Dan setiap pria ingin menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggungjawab bagi
anak-anaknya daripada memikirkan kehidupan yang di jalani dalam kesendirian.
Dengan sentuhan motivasi dan jiwa kesatria, akan terbentuk pribadi-pribadi
terbaik dan mumpuni.
Wahai jiwa yang gelisah, janganlah
dirimu selalu bersedih dan menangis di setiap penghujung malam, karena hanya
tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pangeran dan bidadari belahan jiwa
dan hatinya.
Menangislah karena air mata
permohonan kepadaNya di setiap sujud dan keheningan pekat sepertiga malam.
Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik dan keridhaan kepada Sang
Pemilik Jiwa, Allah Rabbul Izzati.
Bersiap menghadapi putaran waktu,
hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah
SWT. Siramlah selalu hati ini dengan tarbiyah Ilahi, hingga diri ini tidak sepi
dalam kesendirian yang terus panjang. Karena pastinya akan menemukan kedamaian
dan kesejukan hati.
Wahai jiwa yang sedang gelisah,
bukankah jika sudah saatnya tiba, maka ‘jodoh’ tak akan lari kemana. Dia tidak
akan salah jalan atau salah menemukan pasangannya. Karena sejak ruh telah
menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskanNya, hanya
ikhtiar pembangkit motivasi jiwa.
Bukankah mentari akan selalu
menyinari sekaligus menghiasi pagi dengan kemewahan dan kegagahan sinar
keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar
bintang gemintang. Hari-hari terbaik akan selalu menjadi belahan jiwa kita,
menemani dan menanti datangnya sang pangeran dan bidadari pujaan hati dan
belahan jiwanya.
Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini
waddunya wal akhirah 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yang terbaik
dari sisiMu, pasangan yang juga menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan
dunia dan akhirat'. Wallahua'lam
Sumber: http://pkspesanggrahan.blogspot.com/2012/04/menanti-datangnya-sang-pangeran-dan.html